Ardiansyah Mahamel

Kalau kamu bukan anak raja, dan bukan anak ulama besar, maka menulislah (imam ghazali).

Bahwa Hidup Adalah Tentang Memilih

“Suatu ketika ada seorang pemuda berhenti dari langkah yang sedang diayunkannya. Sejenak ia berpikir, ke mana Ia akan memilih di antara persimpangan jalan yang ada di hadapannya. Ia melihat ada banyak sekali pilihan jalan berpetunjuk dan tak berpetunjuk. Satu yang Ia tahu hanya, semua jalan tersebut akan mengantarkannya pada satu tujuan yang bermuara di ujung jalan tersebut. Namun Ia terdiam…

…Matanya memandang jauh, hatinya membisu terpaku, pikirannya menyimak penuh syahdu, raga dan mulutnya terkunci dengan penuh kaku. Jiwa dan tubuhnya merendah, seolah memberi isyarat untuk membasuh kering matanya dengan tetesan air murninya. Akal menyuruhnya kembali berpikir. Ia pun tersadar, dan memutuskan, kembali melanjutkan perjalanan dengan memilih jalan yang Ia yakini untuk dipilih: memilih jalan yang bermuara pada Tuhan pencipta dan penguasa alam semesta; memilih jalan yang mengantarkannya pada Tuhan pemilik segala kehidupan dan kematian; memilih jalan untuk bertemu Allah SWT”.

Teman-teman masih ingat potongan tulisan di atas? Semoga masih. Atau, yang bertanya itu tulisan apa berarti belum baca semua tulisan di blog saya. Semoga setelah ini langsung scroll down the mouse to look for that writing, hehe.

Entah kenapa, sudah beberapa minggu ini saya merasa seperti mengalami kelemahan. Lemah dalam mempertahankan perkara-perkara yang biasa saya lakukan. Atau mudahnya, saya merasa ke-istiqomah-an saya dalam suatu amalan sedikit goyang. Well, maaf kalau tulisan saya terlalu bias atau berbahasa kiasan yang pada akhirnya jadi agak sulit dimaknai. Satu yang pasti, saya membutuhkan suatu energi yang dapat mengembalikan kekuatan saya dalam melangkah, dalam bekerja, dan dalam beribadah. Karena sepertinya, kelemahan-kelemahan itu saya rasakan akibat dari dosa-dosa yang saya buat. Ya. dosa-dosa yang saya buat. Lagi dan lagi saya berkata kepada diri saya sendiri, kenapa rasanya sulit sekali untuk terhindar dari perbuatan dosa. Namun, ini lah manusia; seperti tulisan saya sebelumnya, “Manusia Penuh Dosa”.

Dan ketika saya membaca kembali tulisan saya yang judulnya “Sebuah Perjalanan” yang saya kutip di atas, saya kembali termenung. Ya Allah, ini lah jalan hidup yang sudah saya pilih. Bahwa Engkau telah menjawab segala doa-doa saya di waktu itu. Bahwa Engkau yang memberikan jalan hidup ini kepada saya. Bahwa Engkau lah yang memberi kekuatan kepada saya pada saat itu untuk berani memilih dan mengambil suatu keputusan dalam hidup saya. Lalu kenapa sekarang saya merasa lemah? Sungguh tak pantas rasanya diri ini apabila tidak mensyukuri nikmat yang telah Engkau beri dalam hidup saya.

Teman-teman, kalau saya boleh sedikit berbagi, saat itu, hidup saya dihadapkan dalam situasi “ingin berubah”. Saya sendiri bingung kenapa. Ada apa. Bagaimana. Sedang apa dan di mana. Apakah saya sudah kemasukan jin. Absolutely not that way. Yang saya sadari adalah saya ingin berubah dari kehidupan saya yang sebelumnya. Saya ingin menjadi lebih baik. That’s it. Saya yakin bahwa keinginan untuk berubah ini pun datangnya dari suatu zat yang Maha Besar di luar kekuatan dan kendali saya: Allah SWT. Dia yang telah memberikan suatu pemikiran-pemikiran yang membuka pikiran, mata hati, dan mata batin saya; yang pada akhirnya saya pun harus memilih, lebih tepatnya, menentukan jalan hidup saya.

Dan teman-teman, buat yang sudah kenal saya sebelumnya, seperti ini lah kehidupan saya sekarang. Tapi satu hal yang pasti dan ingin saya sampaikan adalah di mana pun kita berada, di kondisi apa pun itu, di lingkungan apa pun itu; semua tergantung dari apa yang ada di hati dan apa yang kita perbuat. Di lingkungan saya sekarang ini, bukan berarti saya terlepas dari dosa dan kesalahan, untuk sebagian mungkin iya. Namun, saya sadar bahwa ujian akan selalu ada. Selama saya hidup di dunia, di mana pun saya berada, di belahan bumi mana pun, ujian akan selalu ada. Ujian tersebut bukan hanya berbentuk masalah-masalah yang datang, tetapi ujian juga adalah ketika keimanan dan keyakinan saya diuji; yaitu ketika syaitan membisikkan keraguan di telinga dan hati saya apakah saya dapat mencapai harapan dan tujuan saya belajar di sini, atau pun ketika syaitan menggoda saya untuk kembali melakukan suatu dosa. Itu lah ujian yang dapat memberikan nikmat kepada yang diuji, atau dapat menyengsarakan. Loh, bagaimana memberi nikmat dan sengsara? Ya, ketika kita memilih untuk menuruti bisikan syaitan tersebut, mungkin dapat memberi kenikmatan “sesaat” kepada kita, tetapi buah dari perkara tersebut akan kita petik kelak di akhirat yang pada akhirnya menyengsarakan kita selama-lamanya. Bagaimana kita dapat selamat dari ujian itu adalah tergantung bagaimana hati dan keimanan kita. Ya, ini lah hidup. Hidup adalah tempat ujian. Hidup adalah tempat memilih. Hanya Allah lah tempat kita berlindung dari segala ujian dan meminta kekuatan untuk keselamatan.

Akhirnya, saya hanya dapat berserah diri kepada Allah dan memohon ampun atas dosa-dosa yang telah saya perbuat. Dan saya memohon agar diberi kekuatan dan kesabaran untuk dapat istiqomah terus berada di jalan-Nya. Supaya saya dapat diberi kekuatan untuk dapat mencapai harapan-harapan saya. Semoga Allah selalu memberikan tuntunan dan perlindungannya kepada kita semua.

“…But perhaps you hate a thing and it is good for you; and perhaps you love a thing and it is bad for you. And Allah Knows, while you know not”. (QS Al Baqarah:216)

Image

Ini nama madrasah tempat saya belajar menghafalkan Al Quran🙂

Image

Ini bangunan asramanya, di lantai bawah untuk kegiatan belajar, di lantai atas untuk ruang tidur.

Image

Image

Image

Image

Ini surau (masjid) nya

Image

Pelajar (santri) dari berbagai negara seperti Philippines, Kazakhstan. Kyrgystan, Pakistan, Cambodia, Vietnam, Malaysia, China, sampai California semuanya ada di sini.

Image

sahabat-sahabat dari california dan malaysia

Image

Antri buat ambil makan😀

 

April 12, 2014 - Posted by | Uncategorized

2 Comments »

  1. subhanallaah deden.. ane mash inget di lt.2 gedung D waktu ent bercita2 utk belajar ekonomi islam di qatar, dgn penuh semangat belajar menghafal alquran dg ustad di RSAM, dan ane yakin ent akan mencapai kearah sna, semoga perjalan munntut ilmu diberi kemudahan, kelancaran, dan istiqomah.. ane sngat iri dgn antm sekarng.. semoga allah memberikan petunjuk utk kita semua. Aamiin..

    Comment by kamal | April 13, 2014 | Reply

  2. Reblogged this on NSngebLog and commented:
    Menyadarkan

    Comment by nsngeblog | April 14, 2014 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: