Ardiansyah Mahamel

Kalau kamu bukan anak raja, dan bukan anak ulama besar, maka menulislah (imam ghazali).

PNPM Mandiri Pariwisata, Teluk Kiluan Kabupaten Tanggamus, Lampung, Indonesia

Assalamualaikum!

Sudah lama juga nih saya gak posting cerita tentang kegiatan pariwisata, setelah terakhir yang lalu saya share tentang keindahan obyek wisata Tanjung Setia dan Pulau Pisang di Kabupaten Lampung Barat. Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi pengalaman saat berada di Teluk Kiluan, Kabupaten Tanggamus, masih di area provinsi Lampung, tempat saya bertugas sebagai muli mekhanai  provinsi Lampung (bujang gadis.red). hehe.

Merupakan kedua kalinya saya mengunjungi obyek wisata ini setelah yang pertama pada bulan Mei 2011 lalu bersama dengan teman-teman yang sama seperti saat di Lampung Barat, yaitu topan, febi, kirana, ditambah ameria, erwin, dan gery saat itu. Nah, untuk yang kedua ini, tepatnya pada bulan September 2012, saya mendapatkan kesempatan untuk berkunjung kembali ke Teluk Kiluan bersama dengan Ibu Ulida dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Lampung beserta tim dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tanggamus.

ImageAgenda utama kami adalah untuk koordinasi dan penyuluhan program pemerintah PNPM Pariwisata 2012 di 2 desa yang ada di 1 kecamatan di kabupaten Tanggamus, yaitu Pekon Kiluan Negeri dan Pekon Penyandingan di Kecamatan Kelumbayan.  Kami berangkat dari Bandar Lampung sekitar pukul 16.00 pada hari Sabtu dan tiba di lokasi sekitar pukul 19.00. Kedatangan kami langsung disambut oleh bapak Camat, fasilitator pariwisata daerah Tanggamus, dan Ketua Komunitas Cinta Lingkungan yaitu Pak Anton, Mas  Maimun, dan Mas Rico.  Berlokasi di rumah Mas Maimun selaku fasilitator pariwisata kabupaten Tanggamus, masyarakat perwakilan setiap kepala keluarga di kecamatan Kelumbayan ternyata sudah cukup ramai yang menghadiri penyuluhan pada malam itu.  Fasilitator sendiri bertugas membantu pemerintah daerah dalam menggerakan masyarakat mendukung program kepariwisataan melalui pengoptimalan partisipasi masyarakat menyediakan kebutuhan wisatawan berupa tempat singgah (homestay) dan lain sebagainya. PNPM Mandiri Pariwisata sendiri merupakan program pemerintah pusat yang dimandatkan kepada dinas kebudayaan dan pariwisata di setiap daerah yang khusus berfokus pada pengembangan pariwisata melalui program-program berupa bantuan langsung baik berupa fisik dan non fisik dalam rangka memajukan pariwisata unggulan yang ada di setiap daerah. Harapannya adalah, bukan hanya pariwisata yang akan terangkat melalui kunjungan para wisatawan, namun perekonomian masyarakat sekitar juga akan terangkat melalui usaha-usaha yang dilakukan yang menunjang kegiatan pariwisata.

ImageSingkat cerita, sosialisasi berjalan cukup agresif dan benar-benar bersinergis antar pihak-pihak pemerintah dan masyarakat setempat, terlihat dari antusiasnya para masyarakat dalam mengungkapkan harapan dan kendala selama di lapangan, serta kesimpulan-kesimpulan yang diputuskan pada akhir acara. Akhirnya acara sosialisasi berakhir sekitar pukul 9 malam. Dan kami pun melanjutkan makan malam mengingat perut sudah sangat lapar. Hehe. Alhamdulillah, makanan yang disediakan malam itu sungguh luar biasa menggugah selera, haha. Beberapa ekor Lobster merah segar dan ikan bakar yang disajikan dengan lalapan dan sambal terasi benar-benar menyempurnakan kenikmatan pada makan malam itu. Bukan ekornya saja ya, tapi utuh sebadan-badan Lobster! Haha. Kami semua pun makan malam dengan lahap. Setelah makan malam selesai, sekitar pukul 00.00, kami beristirahat untuk menyiapkan agenda untuk esok hari yaitu sosialisasi di desa yang kedua, yaitu pekon penyandingan.

Image

ImageImagePagi hari pukul 5 kami semua bangun untuk menunaikan shalat subuh, dan sesegera bersiap-siap untuk berangkat sekitar puku 6 pagi. Kenapa pagi sekali? Ya, karena kami tidak ingin melewatkan kesempatan untuk melihat icon atau ciri khas dari pada pariwisata Kabupaten Tanggamus khususnya Obyek Wisata Teluk Kiluan, yaitu Lumba-Lumba! Wah…sungguh sangat excited pada saat itu, tidak sabar untuk segera menaiki perahu ketek dan menuju tengah laut yang masih satu kesatuan dari Samudera Hindia ini. Ternyata pagi itu cukup banyak wisatawan yang sedang berkunjung ke Teluk Kiluan (secara weekend), sehingga saat kami tiba di tengah laut sudah banyak perahu-perahu yang juga sedang berburu atraksi dari lumba-lumba yang kadang kemunculannya ke permukaan tidak dapat diprediksi. Haha. Kami pun berputar-putar di laut selama kurang lebih 1 hingga 1,5 jam. Sampai akhirnya kami menemukan segerombolan kecil lumba-lumba yang terbang rendah lompat ke permukaan. Sungguh menyenangkan. Haha.

ImageSekitar pukul 11 kami mulai melakukan sosialisasi kedua di desa atau pekon Penyandingan, dan seperti sosialisasi sebelumnya, masyarakat yang berkumpul siang itu juga cukup antusias dan komunikasi pun terarah antar kedua belah pihak. Sosialisasi berakhir sekitar pukul 13.30 dan kami pun lanjut makan siang, acara yang sudah ditunggu-tunggu oleh kami. Menu kuliner siang itu memang tidak ada lobster, namun tetap menggiurkan melalui sajian yang disediakan oleh masyarakat setempat, yaitu masih dengan khas ikan bakar yang disajikan cukup banyak, sambal terasi, dan yang khas yaitu sayur perispati alias sayur santan yang pembuatannya cukup disiram air panas mendidih sehingga terasa ringan dan tidak terlalu berat rasa santannya. Layaknya seperti kuah sayur asem, sayur perispati tidak kalah enak dan mantap ketika disantap bersama-sama dengan ikan bakar, sambal terasi, dan nasi putih panas. Maknyos! Hehehe.

Image

Image

Akhirnya, perjalanan kami pun selesai pukul 15.00, dan kami segera bersiap-siap untuk kembali ke Bandar Lampung setelah waktu Ashar. Sekitar pukul 16.00 kami mengakhiri kegiatan kami di Kabupaten Tanggamus dan berangkat menuju Bandar Lampung. Saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata atas kesempatan yang telah diberikan untuk mengikuti agenda pariwisata ini. Karena bukan hanya kegiatan bersenang-senang yang saya dapatkan, namun juga bersentuhan langsung dengan masyarakat daerah melalui program nasional pengembangan masyarakat yang memberikan pembelajaran yang banyak bagi saya. Bagaimana seorang pemimpin atau para jajaran yang ada di level yang lebih tinggi harus benar-benar melakukan peninjauan langsung ke masyarakat untuk melakukan kontrol, koordinasi, dan komunikasi menemukan titik temu dan melihat langsung keadaan yang ada di masyarakat untuk kebaikan dan kemajuan program pemerintah yang juga berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat.

Semoga PNPM Mandiri Pariwisata dapat terus istiqomah memajukan pariwisata yang ada di daerah untuk meningkatkan perekonomian sehingga tercipta kesejahteraan masyarakat yang merata, adil, dan makmur sesuai dengan harapan bangsa Indonesia yang tertuang dalam Pancasila sila 1-5 sebagai landasan bermasyarakat bangsa Indonesia. Amin ya robbal alamin.

Image

March 9, 2013 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: