Ardiansyah Mahamel

Kalau kamu bukan anak raja, dan bukan anak ulama besar, maka menulislah (imam ghazali).

Islam; jalan menuju keselamatan

tumblr_m2qxa4ztAo1rnj1ino1_500_largeSelayaknya manusia, saya memiliki banyak impian dan cita-cita dalam hidup ini. Berbagai upaya saya lakukan untuk dapat mencapai impian dan cita-cita saya tersebut. Hingga pada suatu waktu saya diajarkan dengan sebuah mekanisme dahsyat tentang hakikat penciptaan dan tugas manusia yang terekam dalam kitab suci Al Quran Surat Al-Insan ayat 2: Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan) karena itu kami jadikan ia mendengar dan melihat; Surat Adz-Dzaariyat 56: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku; Surat Al-Baqarah 28: Mengapa kamu kafir kepada Allah padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya lah kamu dikembalikan.  Petikan ayat tersebut seperti menyambar dan memberhentikan langkah saya untuk mengevaluasi dan mengoreksi apa yang telah saya lakukan selama ini, dan kebenaran dari impian dan cita-cita saya dalam hidup ini.

Hidup adalah pilihan. Apa yang kita lihat pada diri kita hari ini, adalah hasil dari pilihan-pilihan yang dibuat pada masa lalu. Keadaan hidup kita di masa depan ditentukan oleh apa yang kita pilih saat ini. Rasulullah SAW adalah seorang manusia yang dijamin Allah masuk surga, dan Rasulullah SAW memasuki surga karena pilihan-pilihan yang beliau buat semasa hidupnya. Dengan kata lain, apabila kita mengikuti setiap pilihan yang dibuat Rasulullah SAW, maka dapat dipastikan kita akan memasuki surga bersama dengan beliau. Semua itu adalah karena beliau berpegang teguh kepada Islam, sebuah konsep hidup yang diturunkan Allah untuk kemaslahatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia di muka bumi ini.

Islam, mengajarkan bagaimana aturan dalam hidup. Islam mengajarkan hakikat dari mana manusia berasal, untuk apa manusia diciptakan, dan ke mana manusia setelah berakhir tugasnya (mati). Islam menyadarkan saya untuk tidak hanya mengejar cita-cita dunia, tetapi juga mempersiapkan bekal kehidupan setelah mati. Islam menyadarkan saya bahwa dunia hanyalah tempat singgah untuk menuju kehidupan kekal yang abadi, kehidupan di akhirat nanti. Islam menyadarkan saya bahwa segala yang saya lakukan di dunia harus berdasarkan ridho Ilahi. Semua itu demi mendapatkan janji-Nya, menempati surga yang diciptakan untuk umat-Nya yang berada di jalan-Nya. Jalan lurus yang bagi mereka yang diberi petunjuk, bukan mereka yang mengingkari.

Saya yakin, bahwa Islam dapat memberikan keselamatan, bukan hanya untuk saya, tapi untuk seluruh umat. Bukan karena kehendak-Nya yang melahirkan saya sebagai Muslim, tetapi bagaimana menjadi Mukmin sejati yang melaksanakan tugasnya di dunia ini. Insya Allah, dengan Islam, kehidupan saya lebih bermakna dan terarah melalui aktivitas atau pekerjaan yang saya sempurnakan dengan iman, ilmu, dan amal seperti Rasulullah SAW, sebaik-baik suri tauladan yang pernah ada, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari melalui pendidikan, pekerjaan, atau pun jihad fi sabilillah sebagai bentuk sujud, syukur, dan tunduk kepada Allah SWT, menuju kemenangan atas hidup di dunia dan akhirat nanti. Amin ya robbal alamin.

March 6, 2013 - Posted by | Uncategorized | , , , ,

1 Comment »

  1. […] Islam; jalan menuju keselamatan. […]

    Pingback by Islam; jalan menuju keselamatan | catatan harian ardiansyah putra mahamel | March 7, 2013 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: